<?xml version="1.0"?><rdf:RDF
 xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
 xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
 xmlns:fr="http://ASPRSS.com/fr.html"
 xmlns:pa="http://ASPRSS.com/pa.html"
 xmlns="http://purl.org/rss/1.0/">
<channel rdf:about="http://www.parokikristoforus.org="><title>Paroki Santo Kristoforus Grogol</title>
<link>http://www.parokikristoforus.org=</link>
<description>Website Gereja Katolik Paroki Santo Kristoforus Grogol</description>
<dc:publisher>Jl.Satria 4 Grogol Jakarta Barat</dc:publisher>
<items><rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=105" />
<rdf:li rdf:resource="http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=104" />
<rdf:li rdf:resource="http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=103" />
<rdf:li rdf:resource="http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=100" />
<rdf:li rdf:resource="http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=96" />
<rdf:li rdf:resource="http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=93" />
<rdf:li rdf:resource="http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=92" />
<rdf:li rdf:resource="http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=89" />
<rdf:li rdf:resource="http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=83" />
<rdf:li rdf:resource="http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=81" />
<rdf:li rdf:resource="http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=80" />
<rdf:li rdf:resource="http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=79" />
<rdf:li rdf:resource="http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=78" />
<rdf:li rdf:resource="http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=61" />
<rdf:li rdf:resource="http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=60" />
<rdf:li rdf:resource="http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=58" />
</rdf:Seq>
</items>
</channel><item rdf:about="http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=105"><title>Calon Imam Adalah Tanggung Jawab Umat</title>
<description>Dalam rangka merayakan HUT ke-51 WKRI Cabang Santo Kristoforus, bersama Gerakan Orang Tua Asuh (GOTAUS) menyelenggarakan misa syukur konselebrasi dan temu kasih para uskup se-Indonesia dan umat pemerhati seminari (09/11) dengan tema Kamulah Kediaman Allah, Tempat Pujian Syukur Dilambungkan kepada Tuhan. </description>
<link>http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=105</link>
<dc:date>2009-02-03</dc:date>
<pa:category>Berita</pa:category>
</item><item rdf:about="http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=104"><title>Kegembiraan Natal dan Tahun Baru bagi Umat Basis</title>
<description>Sementara Romo Yohanes Purwanta MSC memberikan sejumlah penegasan yang berkaitan dengan bacaan dari Yesaya 55:1-11 dan Yohanes 1:1-18. Pertama, sukacita natal mengalir dari orang lain yang percaya kepada Allah. Keyakinan ini, menurutnya, mendorong kita untuk berbagi hadiah natal satu sama lain. Hadiah itu bukan saja dalam bentuk barang, tetapi juga bisa berupa pembaruan niat satu sama lain. Kedua, perayaan natal adalah perayaan persaudaraan dan solidaritas. Yesus bersedia menjadi manusia di tengah kita. Kita pun menjadi tanda persaudaraan di mana-mana. Kalau Allah mampu menjadi sahabat manusia yang lemah. Kita pun perlu belajar solider dengan orang lemah di sekitar kita, seperti rumah, lingkungan, kantor, dan masyarakat. Ketiga, Allah adalah kasih. Percaya kepada Allah berarti percaya kasih. Oleh karena itu, beriman kepada Allah berarti bersedia membawa kasih di tengah orang lain. Keempat, kasih dapat membuat semangat natal menjadi perbuatan yang kongkrit.</description>
<link>http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=104</link>
<dc:date>2009-02-03</dc:date>
<pa:category>Berita</pa:category>
</item><item rdf:about="http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=103"><title>Renungan Natal: Dialog yang Mencerahkan</title>
<description>Suatu hari seorang guru mengajak murid-muridnya berjalan-jalan. Mereka sampai di lapangan. Di tempat itu, banyak anak sedang bermain.Melihat anak-anak yang sedang bermain itu, seorang murid berkata, Guru, lihat betapa anak-anak itu tampak senang. Sang guru menjawab, Ya, mereka kelihatan senang, tetapi sebenarnya mereka tidak bahagia. Murid itu bertanya, Yang guru maksudkan? Sang guru menjawab, Coba kamu kumpulkan keping-keping uang yang ada padamu. Lalu, lemparkan ke tengah mereka dan lihat apa yang terjadi.</description>
<link>http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=103</link>
<dc:date>2008-12-24</dc:date>
<pa:category>Berita</pa:category>
</item><item rdf:about="http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=100"><title>Kembangkan Potensi Orang Muda</title>
<description>
Seksi Kepemudaan mengadakan Kristoforus Bible Youth Camp 2008, di Batu Tapak Sukabumi, 1-4 Oktober 2008 lalu. Aktivivitas ini dirasa penting untuk membangkitkan kesadaran akan potensi generasi muda. Karena itu, tema yang diangkat adalah We Care.</description>
<link>http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=100</link>
<dc:date>2008-11-12</dc:date>
<pa:category>Berita</pa:category>
</item><item rdf:about="http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=96"><title>WKRI Kristoforus Merayakan Hari Kartini</title>
<description>Ada tiga spirit Kartini yang harus menjadi pegangan setiap anggota WKRI. Pertama, Kartini memperjuangkan emansipasi wanita tanpa meninggalkan peran sebagai ibu. Kedua, Kartini adalah wanita pekerja. Ketiga, Kartini sebagai perempuan pejuang yang beriman</description>
<link>http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=96</link>
<dc:date>2008-06-04</dc:date>
<pa:category>Berita</pa:category>
</item><item rdf:about="http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=93"><title>Jebakan Keuangan di Lingkup Institusi Gerejawi</title>
<description>Saya ingin menggarisbawahi penumpukan dana secara berlebihan yang dapat merusak citra dan nama baik Gereja. Lewat keterlibatanku dalam menggereja secara umum dan dalam berbagai institusi gerejawi secara khusus, tak jarang saya menemukan fenomena penumpukan dana, yang mungkin terjadi secara tidak disadari.</description>
<link>http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=93</link>
<dc:date>2008-04-09</dc:date>
<pa:category>Berita</pa:category>
</item><item rdf:about="http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=92"><title>Ketika WKRI Mencari Kemitraan dengan Akar Rumput</title>
<description>
Berakarnya stigmatisasi kristenisasi oleh masyarakat di akar rumput menjadi alasan klasik menolak kemitraan berlatar belakang keagamaan. Akibatnya, ruang pemberdayaan masyarakat di masyarakat akar rumput biasanya terkotak-kotak. Apalagi, dialog antaragama pun mengutamakan kaum elit atau komunitas tertentu saja.</description>
<link>http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=92</link>
<dc:date>2008-03-28</dc:date>
<pa:category>Berita</pa:category>
</item><item rdf:about="http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=89"><title>Pemberdayaan Keluarga Butuh Strategi Pastoral</title>
<description>Keluarga memiliki posisi strategis karena empat alasan. Pertama, keluarga sebagai basis Gereja adalah pelaku sekaligus sasaran pastoral. Kedua, Gereja tidak bermula dari lingkup yang luas melainkan bertumbuh dari lingkup paling kecil, yaitu keluarga. Ketiga, potensi keluarga perlu digali dan dikembangkan demi pengembangan pastoral. Keempat, keluarga memiliki empat tugas sosial. </description>
<link>http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=89</link>
<dc:date>2008-02-20</dc:date>
<pa:category>Berita</pa:category>
</item><item rdf:about="http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=83"><title>Bersama WKRI Memperjuangkan JPIC</title>
<description>Kepedulian kepada orang lain adalah salah satu ciri kesaksian hidup yang nyata bagi semua orang. Maka pelayanan bagi orang lapas adalah soal kepedulian yang berakar pada kasih.</description>
<link>http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=83</link>
<dc:date>2007-10-26</dc:date>
<pa:category>Berita</pa:category>
</item><item rdf:about="http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=81"><title>Membangun Gereja Paroki di Lingkungan</title>
<description>Tepatlah di kota besar, seperti di Jakarta, bila Parokinya mulai berpikir terhadap pengembangan lingkungan yang kapasitas Kepala Keluarganya lebih kecil agar efektivitas kegiatan pastoral lebih terasa sebagai sebuah persekutuan umat, karena dapat melibatkan semua anggotanya.</description>
<link>http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=81</link>
<dc:date>2007-10-25</dc:date>
<pa:category>Berita</pa:category>
</item><item rdf:about="http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=80"><title>Hidup Religius, Fondasi Moral Sosial</title>
<description>Kerukunan umat beragama merupakan kekuatan moral sosial baik jangka pendek maupun panjang bagi pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat secara berkesinambungan.</description>
<link>http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=80</link>
<dc:date>2007-10-25</dc:date>
<pa:category>Berita</pa:category>
</item><item rdf:about="http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=79"><title>Gereja Ikut Menjembatani Kesenjangan Sosial</title>
<description>Kerukunan bukan sebatas menjamin perbedaan agama, melainkan harus pula menyentuh rasa kemanusiaan. Maka, kita harus bisa mengidentifikasi kenapa sampai ada resistensi di daerah tertentu. Apa yang salah dari kita? </description>
<link>http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=79</link>
<dc:date>2007-10-25</dc:date>
<pa:category>Berita</pa:category>
</item><item rdf:about="http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=78"><title>Kepribadian Plus untuk Prodiakon</title>
<description>Sebagai pelayan, seorang prodiakon memiliki kompetensi kepribadian yang liturgis, devotif dan terampil. Pertama, ia memiliki hidup iman yang baik. Kedua, ia berkepribadian sehat, dewasa, dan afeksi-emosi yang seimbang. Ketiga, ia memiliki semangat kerja sama yang baik dan dedikasi yang tinggi. Keempat, ia selalu mencintai panggilannya sebagai awam dan mencintai keluarganya.</description>
<link>http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=78</link>
<dc:date>2007-10-25</dc:date>
<pa:category>Berita</pa:category>
</item><item rdf:about="http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=61"><title>Trilogi  Kristoforus Fair : Makin Religius, Makin Politis</title>
<description>Kehadiran Kristoforus Fair I diharapkan dapat membawa efek bola salju yang akan memulihkan relasi di antara kelompok kategorial kepemudaan yang selama ini berjalan sendiri. Hal ini seiring dengan teori modal sosial bahwa semakin kokoh kepercayaan (trust) dan norma bila relasi (network) semakin padat dan kuat (Putnam 1995).</description>
<link>http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=61</link>
<dc:date>2007-10-04</dc:date>
<pa:category>Berita</pa:category>
</item><item rdf:about="http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=60"><title>Antropologi Novena Kerahiman Ilahi</title>
<description>Kegagalan menginternalisasi nilai injil, atau paling tidak terbatasnya aktivitas untuk menuntun penginternalisasi itu, membawa kecemasan sosial bagi Paroki St. Kristoforus, yang berkehendak kuat mewujudkan suatu persekutuan kristiani.</description>
<link>http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=60</link>
<dc:date>2007-10-04</dc:date>
<pa:category>Berita</pa:category>
</item><item rdf:about="http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=58"><title>Bersama Kita Bisa</title>
<description>Umat paroki terdiri dari berbagai latar belakang suku, ras dan golongan, tetapi di paroki kita menjadi saudara karena iman akan Yesus sumber cinta kasih itu sendiri</description>
<link>http://www.parokikristoforus.org/detailheadline.asp?id=58</link>
<dc:date>2007-10-04</dc:date>
<pa:category>Berita</pa:category>
</item></rdf:RDF>
