11
   
   

Versi Cetak Kirim Ke Teman
 Penulis : Admin ::26 Agustus 2009 14:19 WIB


Kelompok Ordo Gerakkan Masyarakat untuk Melestarikan Lingkungan
Halaman Paroki

Komisi Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan (Justice, Peace and Integrity of Creation/JPIC) dari Ordo Karmelit di Malang, Jawa Timur, meminta imam, pemuka agama, dan masyarakat untuk mendorong orang lain dalam melestarikan lingkungan setempat.


"Kemerosotan lingkungan setempat perlu mendapat tanggapan segera. Ulama dan masyarakat harus memotivasi orang lain untuk mencintai dan melestarikan lingkungan," kata Fransiskus Xaverius Hariawan Adji, seorang seminaris Karmelit, menurut UCAN.


Dia mengutip sebuah bukit di distrik yang telah gundul karena masyarakat setempat dan diubah menjadi ladang kentang dan juga kerusakan hutan di Kalimantan.


Adji adalah seorang koordinator dari seminar dan workshop yang berlangsung dari 1-2 Agustus yang berjudul "Pelestarian Lingkungan Hidup sebagai Upaya untuk Mewujudkan Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan", yang diselenggarakan JPIC dan dihadiri 120 pemuka agama dan masyarakat.


Adji mengatakan seminar itu bertujuan untuk membentuk sebuah tim untuk bekerjasama untuk pelestarian lingkungan. "Tim ini akan seperti think tank dan mencari ide-ide, mendiskusikan ise-ide tersebut dan kemudian mengimplementasinya."


Dia mengatakan sebagian besar peserta dalam seminar membahas isu-isu lingkungan di daerah mereka sendiri, seperti penggundulan hutan, banjir dan sampah plastik. Mereka tidak menetapkan persetujuan bersama tapi diminta untuk membuat komitmen pribadi untuk melestarikan lingkungan. Ini termasuk mengurangi penggunaan plastik.


Dia mengutip sebuah kelompok Legio Maria dan sebuah paroki yang telah memutuskan untuk menggunakan gelas, bukan cangkir plastik selama pertemuan doa, serta paroki lain yang melakukan pertanian organik dan menyelenggarakan program kesadaran lingkungan.


Merujuk pada wadah pemikir (think thank), ia mengatakan sekitar 50 peserta telah menunjukkan komitmen yang serius untuk pelestarian lingkungan. "Dari jumlah ini, kami akan memilih 15 orang. Kita belum tahu apa mereka tokoh agama atau masyarakat. Tapi kita akan berfokus pada kemampuan serta pengaruh mereka."


Johanes Subowo, seorang peserta seminar dari Paroki Maria Annunciata di Kalipare, mengatakan bahwa saat ini dia memiliki pengetahuan yang lebih luas mengenai pertanian organik setelah menghadiri acara tersebut. Dia juga menyatakan optimisme bahwa dengan pengetahuan ini ia akan mampu mendorong petani untuk beralih ke pertanian organik dan dengan demikian membantu lingkungan.


"Sekarang saya memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana pestisida dan bahan kimia yang digunakan dalam pertanian dapat merusak lingkungan," kata Subowo.


Dia mengatakan bahwa pada bulan Mei, ia dan anggota-anggota dewan pastoral paroki memulai "percobaan eksperimental pertanian organik" di tanah paroki di samping gedung gereja. Mereka menanam kubis Cina dan sayuran lainnya disana.


Subowo mengharapkan bahwa program pertanian organik akan diambil oleh umat Katolik lain dan bahkan petani non-Katolik di parokinya. "Saya bersyukur Gereja tidak hanya mengajarkan orang bagaimana berdoa, tapi juga mengajarkan mereka cara untuk mencintai lingkungan," katanya.


Seorang peserta lain, Suster Anna Wiwik Soepraptiwi, mengatakan gerakan lingkungan harus diperkenalkan di semua paroki di seluruh daerah. Menurut dia, imam paroki harus mengambil langkah dalam hal ini.


Dia mengatakan jemaat parokinya telah terfokus pada pembuatan kompos. Selanjutnya, jemaatnya, "bersama dengan LSM Muslim lokal, telah menanam pohon sebagai bagian dari program reboisasi." [ Steven Pramono /christianpost.co.id]



Komentar
Jumlah :[ 0 ]
Versi Cetak Kirim Ke Teman

::. INDONESIA National Record For Entries In A Song Contest Held By Catholic Church : 1 Desember 2009 5:43 WIB-> Dilihat 858 Kali
::. Spiritualitas Perjanjian Membangun (gedung) Gereja St. Polikarpus : 20 Oktober 2009 22:06 WIB-> Dilihat 926 Kali
::. Bapanya Penderita Kusta Jadi Orang Kudus : 11 Oktober 2009 21:18 WIB-> Dilihat 729 Kali
::. Kelompok Ordo Gerakkan Masyarakat untuk Melestarikan Lingkungan : 26 Agustus 2009 14:19 WIB-> Dilihat 740 Kali
::. Membangun Keluarga Sejahtera, Tinjauan Prespektif Iman Katolik : 17 Juli 2009 10:53 WIB-> Dilihat 2392 Kali
::. Pembangunan Gereja Baru St. Polikarpus-Grogol, Jakarta Barat : 17 April 2009 17:38 WIB-> Dilihat 1255 Kali
::. Gereja Raksasa di Kemayoran Berluas 12.000 Meter Persegi : 13 April 2009 18:41 WIB-> Dilihat 1356 Kali
::. Calon Imam Adalah Tanggung Jawab Umat : 3 Februari 2009 19:10 WIB-> Dilihat 1346 Kali
::. Kegembiraan Natal dan Tahun Baru bagi Umat Basis : 3 Februari 2009 19:07 WIB-> Dilihat 800 Kali
::. Renungan Natal: Dialog yang Mencerahkan : 24 Desember 2008 18:01 WIB-> Dilihat 1092 Kali
::. Kembangkan Potensi Orang Muda : 12 November 2008 18:14 WIB-> Dilihat 988 Kali
::. WKRI Kristoforus Merayakan Hari Kartini : 4 Juni 2008 6:08 WIB-> Dilihat 1513 Kali
::. Jebakan Keuangan di Lingkup Institusi Gerejawi : 9 April 2008 5:31 WIB-> Dilihat 1209 Kali
::. Ketika WKRI Mencari Kemitraan dengan Akar Rumput : 28 Maret 2008 0:02 WIB-> Dilihat 1133 Kali
::. Pemberdayaan Keluarga Butuh Strategi Pastoral : 20 Februari 2008 2:18 WIB-> Dilihat 1845 Kali
::. Bersama WKRI Memperjuangkan JPIC : 26 Oktober 2007 5:03 WIB-> Dilihat 1311 Kali
::. Membangun Gereja Paroki di Lingkungan : 25 Oktober 2007 23:06 WIB-> Dilihat 1789 Kali
::. Hidup Religius, Fondasi Moral Sosial : 25 Oktober 2007 1:22 WIB-> Dilihat 1428 Kali
::. Gereja Ikut Menjembatani Kesenjangan Sosial : 25 Oktober 2007 1:20 WIB-> Dilihat 1509 Kali
::. Kepribadian Plus untuk Prodiakon : 25 Oktober 2007 1:15 WIB-> Dilihat 1667 Kali


   
Email Sekretariat Paroki Kristoforus