Dalam pesan beliau tahun ini, Bapa Suci memfokuskan diri pada suatu topik yang sangat penting dewasa ini: hubungan antar bangsa dan budaya serta peran kunci yang bisa dimainkan media dalam memajukan perdamaian dan pengertian dalam usaha mereka sehari-hari.
Bila kita merenungkan kenyataan dewasa ini, kita tidak mungkin tinggal berpangku tangan berhadapan dengan situasi-situasi kritis dalam dunia kita. Seiring dengan pesan pada Hari Perdamaian Dunia, pesan ini mengundang kita semua, khususnya pada media-media komunikasi untuk mengabdi pada kesejahteraan umum-yang hanya dikonkretkan lewat usaha menjalin saling pengertian antar bangsa.
Bapa Suci mengingatkan kita bahwa bukan saja tindakan kita, tapi juga kata-kata dan bentuk-bentuk komunikasi yang lain membawa konsekuensi. Setiap orang harus menaruh perhatian pada pilihan kata-kata yang digunakan dan cara-cara menyapa orang lain, karena semuanya itu bisa mengembangkan persatuan, maupun bisa menciptakan perpecahan dan konflik.
Banyak konflik berakar dalam kecurigaan dan salah-pengertian antara bangsa yang satu terhadap yang lain, baik itu dekat maupun jauh lokasinya. Pandangan akan masyarakat demikian itu diciptakan dan dilanggengkan dalam banyak hal atas landasan informasi yang diperoleh lewat media. Pesan-pesan yang dipancarkan bisa menumbuhkan semangat solidaritas dan saling pengertian antar bangsa, namun juga bisa sebaliknya menciptakan kebencian dan perselisihan. "Bila orang lain digambarkan sebagai musuh dalam istilah-istilah yang melukiskan permusuhan, sudah tertanam lah benih-benih perselisihan yang bisa dengan mudah menjalar ke tindakan-tindakan kekerasan, perang, bahkan sampai genosida."
Oleh karena itu, Pesan ini memaksa kita untuk menghadapi hal-hal yang memberi jalan pada penggunaan alat media komunikasi secara tak bertanggung-jawab, yang begitu kuat pengaruhnya pada jiwa manusia.
"Gambar-gambar secara khusus mempunyai kekuatan untuk menanamkan kesan yang tahan lama dan untuk membentuk sikap. Media mengajar orang bagaimana memandang kelompok dan bangsa lain, secara lembut mempengaruhi bagaimana bangsa lain diperlakukan entah sebagai teman atau musuh, sekutu atau lawan."
Belum lama berselang, pada akhir tahun 2004 sebuah pengalaman sejuk yang menunjukkan bagaimana media bisa begitu efisien dalam memobilisasikan solidaritas bantuan untuk rakyat di Asia. Dalam pesannya, Bapa Suci menulis:
"Begitu membesarkan hati ketika melihat bagaimana komunitas internasinal begitu sigap bertindak menghadapi bencana tsunami baru-baru ini yang menelan korban yang tiada tara. Kecepatan tersebarnya berita dewasa ini tentu saja meningkatkan kemungkinan untuk mengambil tindakan praktis dan tepat waktu dalam memberikan bantuan secara maksimal. Dengan cara ini media dapat menghasilkan perbuatan-perbuatan baik yang begitu besar.
Dinamisme dalam komunikasi menunjukkan bagaimana informasi bisa dihimpun tepat waktunya dibutuhkan disertai keterlibatan yang sungguh-sungguh baik dari orang perorangan maupun masyarakat luas, serta bantuan yang melimpah dari kemurahan hati.
Dengan cara ini lah Paus Yohanes Paulus II senantiasa mengundang semua orang yang bekehendak baik untuk memberikan yang terbaik dari yang dimilikinya, untuk menjadi penganjur perdamaian di dunia yang ditandai dengan konflik. Undangan ini menjadi mendesak ketika diarahkan pada pria dan perempuan yang bekerja dalam bidang media. Beliau mengingatkan mereka bahwa komunikator yang terbesar yang patut dicontoh adalah Yesus Kristus sendiri:
"Sabda yang Menjelma telah mengikat suatu perjanjian baru antara Allah dengan rakyat-Nya-sebuah perjanjian yang juga mempersatukan kita satu sama lain dalam komunitas. "Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan" (Ef 2:14).
Merobohkan tembok-tembok pemisah dan membangun jembatan-jembatan adalah dua tantangan besar komunikasi yang kita semua hadapi, baik sebagai orang perorangan maupun sebagai professional dalam bidang komunikasi. Perlulah untuk bekerja sedemikian rupa sehingga tak seorang pun dipengaruhi oleh purbasangka atau menjadi sumber purbasangka itu sendiri, dan menjamin agar komunikasi diubah menjadi sarana "untuk mempererat ikatan-ikatan perhabatan dan cinta yang dengan jelas menandakan awal dari Kerajaan Allah di sini di bumi."
LITURGI
[Catatan: Dewan Kepausan untuk Komunikasi Sosial hanya menyediakan Bacaan-Bacaan, Antar Bacaan, dan Doa Umat saja. Bagian-Bagian lain diserahkan pada kebijaksanaan setempat. Komsos KWI]
Pengantar:
Setiap tahun Bunda Gereja Katolik mengkhususkan suatu hari untuk Hari Komunikasi Sedunia. Sejak dirakan untuk pertama kali 1967, tahun ini adalah Hari Komunikasi Sedunia Ke-39. Tema yang diangkat tahun ini adalah "Peran Media Komunikasi dalam menjalin kerjasama dan saling pengertian antar bangsa manusia."
Dalam pesannya, Bapa Suci secara khusus mengingat peristiwa tsunami dan bagaimana media komunikasi bukan saja dengan cepat menyebarkan berita musibah terbesar di dekade ini, melainkan juga menggalang pemberian pertolongan secara cepat dan masal dari seluruh dunia, dari segala lapisan masyarakat, baik pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat sipil.
Hari ini kita diajak untuk pertama, di tempat kita masing-masing menjalin saling pengertian di antara umat, dengan umat beragama lain. Kedua, kita juga diajak untuk berdoa agar sarana-sarana komunikasi digunakan untuk tujuan mulia tersebut.
BACAAN PERTAMA
Yes 11:1-9 "Serigala akan tinggal bersama domba" (ay. 6)
Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN; ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.
Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.
Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya. Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu. Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak.
Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya.
MAZMUR ANTAR BACAAN (Mzm 67: 2-8)
/R Kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. (ay. 4b)
Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya, supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa. /R
Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. /R
Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi. /R
Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. /R
Tanah telah memberi hasilnya; Allah, Allah kita, memberkati kita. Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi takut akan Dia! /R
BACAAN KEDUA (Yak 3:2b-10)
"Lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. " (ay. 5)
Barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya. Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya. Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi.
Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar. Lidah pun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.
Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia, tetapi tidak seorang pun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.
Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.
BACAAN INJIL (Mt 5:43-48)
"Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu." (ay. 44)
Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."
DOA UMAT
IMAM: Menyadari kekuatan kata-kata dalam mempersatukan umat manusia satu dengan yang lain dan dengan Allah, kami memanjatkan doa-doa kami kepada Tuhan, pada hari yang dikhususkan untuk komunikasi dan mereka yang bekerja dalam bidang ini:
P: [Untuk Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II, kiranya Tuhan memberikan kepada belkau terang dan kekuatan untuk memimpin Gereja dan semoga beliau menjadi teladan bagi kita semua dalam mewartakan kebenaran keselamatan dalam Yesus Kristus. Bersama Maria, kami mohon:]
U: Dengarkanlah doa kami, ya Tuhan.
P: Untuk Uskup kami dan para imam, semoga dengan kesadaran dalam melayani umat yang hidup dalam masyarakat yang amat dipengaruhi oleh media massa, mereka memperjuangkan kesatuan di antara komunitas kristiani sehingga semua orang percaya berkat kesaksian hidup mereka. Bersama Maria, kami mohon.
U: Dengarkanlah doa kami, ya Tuhan
P: Untuk para pemimpin politik, agar mereka mengemban tanggungjawab mereka dan mewartakan pesan-pesan yang memajukan kesatuan dan saling pengertian antar umat. Bersama Maria, kami mohon:
U: Dengarkanlah doa kami, ya Tuhan.
P: Untuk keluarga-keluarga, semoga kesatuan anggota keluarga semakin menonjol sehingga sinar mereka memancar ke luar dalam masyarakat, dengan demikian mengubah setiap tempat kerja menjadi keluarga manusia yang semakin besar.
Bersama Maria, kami mohon:
U: Dengarkanlah doa kami, ya Tuhan.
P: Untuk kaum muda, semoga karena semakin memperoleh informasi yang lebih tepat lewat media mereka berkembang dalam keterlibatan otentik dalam memajukan kesejahteraan umum.
Bersama Maria, kami mohon:
P: Bagi mereka yang mengambil komunikasi menjadi profesi, semoga mereka ingat bahwa pekerjaan mereka harus berakar dalam penyebaran kebaikan, keindahan dan kebenaran, serta memajukan, dewasa ini khususnya, sebuah kebudayaan yang mencintai kehidupan. Bersama Maria, kami mohon:
U: Dengarkanlah doa kami, ya Tuhan.
P: Untuk para guru dan pendidik generasi-generasi baru, semoga mereka tahu bagaimana memilih isi media yang memperkaya dan mendidik kaum muda. Bersama Maria, kami mohon:
U: Dengarkanlah doa kami, ya Tuhan.
IMAM: Tuhan, dengarkan doa-doa kami dan bantulah kami untuk menjadi pejuang-pejuang keadilan dan kebenaran di tempat kami masing-masing, melalui pewartaan kasih-Mu dengan hidup kami dan melalui sarana-sarana media komunikasi. Ini semua kami mohon dengan perantaraan Kristus,Tuhan kami. Amin.