11
 
   
 

Versi Cetak Kirim Ke Teman
 Penulis : Paus ::3 April 2009 17:48 WIB


AMANAT PRAPASKAH PAUS YOHANES PAULUS II

PONTIFICIUM CONSILIUM COR UNUM
DEWAN KEPAUSAN COR UNUM


AMANAT PRAPASKAH PAUS YOHANES PAULUS II 2005


Mengasihi Tuhan.. berarti kehidupan bagimu dan lanjut umurmu (Ul 30:20)


Saudara-saudara yang terkasih!


1. Setiap tahun, masa Prapaskah diajukan kepada kita sebagai peluang yang baik untuk pendalaman doa dan tobat, seraya membuka hati kita terhadap sapaan lembut kehendak ilahi. Selama masa Prapaskah, digariskan perjalanan rohani yang mempersiapkan kita untuk menghidupkan kembali misteri agung wafat dan kebangkitan Kristus. Hal ini dilaksanakan terutama dengan mendengarkan Sabda Allah secara lebih saleh dan dengan melaksanakan mati-raga secara lebih rela hati; syukur dengan demikian kita dapat makin menolong mereka yang membutuhkan bantuan.
Pada tahun ini, saudara-saudara yang terkasih, saya ingin menarik perhatian anda pada tema yang agak lazim dan dijelaskan dengan baik oleh ayat dari Kitab Ulangan: "Mengasihi Tuhan..berarti kehidupan bagimu, dan lanjut umurmu.." (30: 20). Inilah kata-kata yang ditujukan Musa kepada umat, sambil mengundang mereka untuk mengikat Perjanjian dengan Yahwe di negeri Moab,
"..supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi Tuhan, Allahmu, mendengarkan suara-Nya, dan berpaut pada-Nya" (30: 19-20). Kesetiaan pada Perjanjian ilahi ini bagi Israel adalah jaminan masa depan: "untuk tinggal di tanah yang dijanjikan Tuhan dengan sumpah kepada nenek-moyangmu, kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka". Menurut pengertian Kitab Suci, mencapai usia tinggi adalah tanda kemurahan Yang Mahatinggi. Usia panjang nampak sebagai anugerah ilahi yang istimewa.
Tema inilah yang hendaknya anda renungkan selama masa Prapaskah ini, untuk memperdalam kesadaran akan peran kaum lanjut usia dalam masyarakat dan Gereja, dan dengan demikian mempersiapkan hati anda untuk selalu menyambut mereka penuh kasih. Berkat sumbangan ilmu dan kedokteran, dewasa ini nampak dalam masyarakat kurun waktu hidup manusia menjadi panjang dan sebagai akibatnya juga meningkatnya jumlah orang lanjut usia. Hal ini menuntut perhatian lebih khas terhadap dunia lanjut usia, untuk membantu para anggota masyarakat menghayati kemam-puan mereka sepenuhnya dengan menempatkan mereka dalam pengabdian seluruh komunitas. Perhatian bagi kaum lanjut usia, terutama bila mereka melewati saat-saat yang sulit, harus men-jadi keprihatinan semua orang beriman, terutama dalam komunitas gerejawi masyarakat barat, di mana hal ini sungguh dirasakan.


2. Hidup manusia adalah anugerah berharga untuk dicintai dan dibela pada setiap tahapnya. Perintah "Jangan membunuh", selalu menuntut upaya menghormati dan memajukan hidup manusia, sejak awal sampai akhir alaminya. Perintah ini tetap berlaku juga bila ada penyakit dan bila kelemahan fisik menyusutkan kemampuan seseorang untuk mandiri. Bila hal menjadi tua dengan segala kondisinya yang tak terelakkan diterima dengan tenang dalam cahaya iman, hal ini dapat menjadi peluang tak ternilai untuk lebih baik memahami misteri salib, yang memberi mak-na penuh kepada hidup manusia.
Orang lanjut usia perlu dipahami dan dibantu dalam padangan ini. Saya ingin di sini mengungkapkan penghargaan saya kepada mereka yang membaktikan diri untuk memenuhi kebutuhan ini, dan saya juga mengajak orang lain yang berkehendak baik untuk mengambil hikmah dari masa Prapaskah ini untuk membuat kontribusinya sendiri. Hal ini akan membantu banyak orang lanjut usia untuk tidak memandang diri sendiri sebagai beban bagi komunitas, dan kadang-kadang juga bagi keluarganya sendiri, hidup dalam kesepian yang menggoda untuk menyendiri atau kehilangan semangat.
Perlulah membangkitkan kesadaran dalam pendapat umum bahwa orang lanjut usia bagaimanapun juga menampilkan kekayaan yang harus dihargai. Karena alasan itu haruslah diperkuat dukungan ekonomis dan prakarsa legislatif yang memungkinkan mereka tidak dikucilkan dari hidup sosial. Sesungguhnya, selama dasawarsa yang lalu masyarakat telah menunjukkan perhatian lebih besar kepada kebutuhan mereka, dan kedokteran telah mengembangkan perawatan paliatif yang bersamaan dengan pendekatan integral kepada orang sakit, sungguh menguntungkan penderita yang lama sakit.


3. Waktu luang yang lebih besar pada tahap kehidupan ini memberi kepada orang lanjut usia kesempatan untuk menghadapi tema pokok yang mungkin dahulu kurang diperhatikan, karena kesibukan yang bagaimanapun juga dirasa mendesak atau harus didahulukan. Pengetahuan tentang kedekatan tujuan akhir mengajak orang lanjut usia untuk memusatkan perhatian pada apa yang hakiki, dengan mendahulukan hal-hal yang tak akan hancur dengan lewatnya jaman.
Justru karena keadaan ini, orang lanjut usia dapat mengembangkan perannya dalam masyarakat. Jika benar bahwa manusia hidup atas warisan pendahulunya, dan bahwa masa depannya tergantung sungguh pada cara bagaimana nilai-nilai budaya bangsanya diteruskan kepadanya, maka kebijaksanaan dan pengalaman orang lanjut usia dapat menerangi jalannya menuju kemajuan bentuk peradaban yang lebih menyeluruh.
Betapa pentingnya menemukan kembali proses memperkaya timbal balik antara pelbagai generasi! Masa Prapaskah yang menyerukan tobat dan solidaritas, pada tahun ini mengajak kita memusatkan perhatian pada tema-tema penting ini yang mengenai setiap orang. Apa yang terjadi apabila umat Allah mengikuti mentalitas tertentu yang menganggap orang-orang ini, saudara-saudara kita, sebagai hampir tak berguna bila kekuatannya menyusut karena kesulitan usia atau keadaan sakit? Sebaliknya, betapa lain masyarakat bila mulai dengan keluarga, selalu berusaha bersikap terbuka dan menyambut mereka.


4. Saudara-saudara yang terkasih, marilah kita selama masa Prapaskah ini, dengan dibantu Sabda Allah, merenungkan betapa pentingnya setiap komunitas mendampingi mereka yang menjadi tua dengan pengertian penuh kasih sayang. Selain itu orang harus menjadi terbiasa memikirkan misteri kematian dengan penuh kepercayaan, sehingga pertemuan definitif dengan Allah terjadi dalam suasana damai batin, dalam kesadaran bahwa Ia "yang membentuk aku dalam kandungan ibuku" (bdk.Mzm 139: 13b) dan yang menghendaki kita "menurut gambar dan rupa-Nya" (bdk.Kej 1: 26) akan menerima kita.
Maria, pemandu kita dalam perjalanan Prapaskah, membimbing semua orang beriman, terutama orang lanjut usia, ke pengetahuan yang makin mendalam tentang Kristus yang wafat dan bangkit, yang adalah tujuan terakhir hidup kita. Semoga ia, hamba setia putra ilahi-Nya, bersama santa Anna dan Yoakim, berdoa bagi masing-masing dari kita "sekarang dan pada waktu kita mati".


Berkatku bagi anda semua!


Vatikan, 8 September 2004



Komentar
Jumlah :[ 0 ]
Versi Cetak Kirim Ke Teman

::. PESAN BAPA SUCI BENEDIKTUS XVI PADA HARI KOMUNIKASI SEDUNIA ke-44 PADA 16 MEI 2010 : 21 Mei 2010 2:48 WIB-> Dilihat 65 Kali
::. Pesan Paus pada Akhir Bulan Suci Ramadhan : 15 September 2009 14:25 WIB-> Dilihat 258 Kali
::. Hari Minggu Misi Sedunia ke-83 : 20 Agustus 2009 14:04 WIB-> Dilihat 282 Kali
::. INISIATIF ALLAH DAN JAWABAN MANUSIA : 1 Mei 2009 18:15 WIB-> Dilihat 396 Kali
::. Pesan Bapa Suci Benediktus XVI untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke- 43, 24 Mei 2009 : 3 April 2009 18:06 WIB-> Dilihat 384 Kali
::. PESAN UNTUK AKHIR BULAN RAMADAN IDUL FITRI 1428 H./2007 : 3 April 2009 17:53 WIB-> Dilihat 2206 Kali
::. AMANAT PRAPASKAH PAUS YOHANES PAULUS II : 3 April 2009 17:48 WIB-> Dilihat 401 Kali
::. PESAN PAUS BENEDIKTUS XVI UNTUK PERAYAAN HARI PERDAMAIAN SEDUNIA 1 JANUARI 2006 : 3 April 2009 9:50 WIB-> Dilihat 360 Kali
::. KOMENTAR / REFLEKSI DAN BAHAN LITURGI HARI KOMUNIKASI SEDUNIA KE-39 : 2 April 2009 16:11 WIB-> Dilihat 690 Kali
::. PESAN BAPA SUCI YOHANES PAULUS II PADA HARI KOMUNIKASI SEDUNIA KE-39 : 2 April 2009 15:07 WIB-> Dilihat 420 Kali


 
Email Sekretariat Paroki Kristoforus